NGGLEDHEK ADEMKAN SUASANA

NGGLEDHEK ADEMKAN SUASANA

Porjo,Grabag-Tahun 2019 merupakan tahun dengan arus kegiatan politik yang sangat kencang. Pemilihan kepala negara dan kepala daerah mayoritas serentak dilaksanakan pada tahun ini. Dengan dilaksanakannya pemilihan kepala negara dan kepala daerah ini, terjadi pula kencangnya kegiatan kampanye untuk mengenalkan pasangan calon dari masing – masing partai ke publik. Bermacam – macam bentuk kampanye dapat diamati di berbagai tempat. Seperti pemasangan baliho, kegiatan sosial oleh tim sukses, atau sosialisasi ke masyarakat. Namun, kegiatan kampanye ini tidak serta merta sama besarnya. Ramainya kegiatan kampanye juga dapat bergantung pada tingkatan daerah, seperti desa, kecamatan, dan kabupaten.

Kegiatan kampanye di desa – desa cenderung lebih terasa, namun tidak sekencang kampanye di daerah perkotaan. Masing – masing desa di berbagai daerah memiliki tradisinya tersendiri dalam menyambut pemilihan kepala desanya. Salah satunya adalah tradisi “nggledhek” yang biasa dilaksanakan desa – desa di daerah Jawa Tengah, salah satunya di Desa Roworejo, Kecamatan Grabag. Tradisi nggledhek adalah dimana para warga datang ke kediaman calon kepala desa. Warga yang datang biasanya akan melakukan iuran per RT untuk membelik berbagai kebutuhan sehari – hari seperti gula, kopi, atau makanan, atau terkadang peralatan dapur. Barang – barang yang dibeli ini akan diserahkan kepada calon kepala desa, dengan tujuan membantu agar calon kepala desa ini dapat menjamu tamu – tamu yang datang.

Para tamu yang datang ini tidaklah atas undangan dari calon kepala desa, namun atas kehendak sendiri. Di kediaman calon kepala desa ini para tamu dapat bercengkrama satu sama lain, sehingga dapat mempererat tali silaturahmi antar warga. Hal ini juga dapat mengurangi ketegangan yang terjadi akibat kampanye yang dilakukan para calon kepala desa. Para tamu yang hadir juga dapat berasal dari luar desa, seperti saudara dari calon kepala daerah yang memberikan dukungan dan do’anya.


Seperti yang disampaikan oleh Dina Andamari (48), salah satu pegawai di Kantor Desa Roworejo “kalau nggledhek itu ya kita disana ngobrol – ngobrol sama yang datang sambil menikmati jamuan dari tuan rumah sebagai calon kepala desa. Biasanya orang nggledhek mulai dari 2 mingguan sebelum hari H pencoblosan. Baru setelah itu alat peraga kampanye misal selebaran di sebar di desa”. Dari pernyataan berikut kegiatan nggledhek tidak begitu memperlihatkan kegiatan kampanyenya, namun lebih kepada pendekatan dari calon kepala desa berbentuk kebersamaan antar warga. Tanggal dilaksanakannya pemilihan kepala desa adalah 30 Januari 2019 sehingga kegiatan nggledhek ini dimulai sekitar tanggal 15 Januari 2019.

Kegiatan nggledhek ini akan selesai pada malam hari, di tanggal 29 Januari 2019 atau H-1 pemilihan kepala desa. Setelah itu, kediaman calon kepala desa akan diramaikan oleh anggota tim sukses calon kepala desa. Kegiatan yang dilakukan biasanya berupa do’a bersama. Ada juga calon kepala desa yang mempersiapkan sesuatu bagi para pendukungnya setelah pemilihan kepala desa berlangsung seperti makan bersama. Ajakan tawaran makan bersama ini juga merupakan upaya untuk menarik minat para warga agar bersedia menggunakan hak pilihnya, terutama yang mendukung calon kepala desa tersebut. (Restu-AB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *