DIBURU UNTUK OLEH-OLEH : CUCUR MENTHUL, EMANG MANTUL!

DIBURU UNTUK OLEH-OLEH : CUCUR MENTHUL, EMANG MANTUL!

Butuh, PorJo – Siapa sangka kue tradisional yg sering dianggap remeh ini, ternyata layak menjadi oleh-oleh khas Purworejo pilihan. Dibuat secara alami dan mampu bertahan hingga 3 hari, menjadikan produk ini sebagai pilihan banyak konsumen dan pelanggan untuk membelinya. Tidak hanya sebagai hidangan, produk inipun banyak dipilih sebagai oleh-oleh khas Purworejo.

Msakury (34) memproduksi Cucur menthul Mbah paidah di Desa Andong kecamatan Butuh Purworejo.

Adalah di tangan Gufron Masykuri (34) warga desa Andong kecamatan Butuh Purworejo, kue tradisional cucur berhasil diangkat menjadi produk yang lebih berkelas. Sebagaimana disampaikan kepada PorJo, Maskuri – panggilan akrabnya, menuturkan bahwa usaha produksi jajanan ini dirintis oleh simbah Paidah – neneknya kurang lebih pada tahun 1943.

“Cucur Menthul Mbah Paidah menggunakan resep turun temurun sejak 1943. Pada tahun 1992 usaha cucur dilanjutkan oleh ibu saya. Dan hingga saat ini, saya terjun di dalamnya untuk mengembangkan cucur yang lebih berkelas,” cerita suami dari Choningah ini.

Terkait produknya, Maskuri mengutarakan bahwa nama cucur “Menthul” mbah Paidah punya arti tersendiri. “Menthul itu bahasa jawa. Bagi saya ada kepanjangannya yaitu men tekan anak turun langgeng. Artinya biar sampai anak keturunan langgeng,atau lancer dan awet,” ujarnya kepada PorJo.

“Cucur Menthul kami produksi dengan standar mutu tersendiri sehingga higienis dan memenuhi citarasa khas yang diinginkan pelanggan. Tidak hanya varian original, cucur menthul hadir juga dengan varian pandan, hingga varian terbaru yaitu menggunakan pewarna alami hitam dari bubuk merang,” ulasnya lebih lanjut.

Cucur Menthul hitam berbahan alami dari bubuk merang asli menjadi salah satu varian favorit yang banya k diburu konsumen.

Ana Kurnia (36) warga kauman Kutoarjo – salah satu pelanggan cucur Menthul mengutarakan bahwa dirinya suka dengan produk dari desa Andong ini karena rasanya enak dan khas.

“Yang di pasaran kan kebanyakan tidak bisa tahan 3 hari. Nah cucur Menthul ini bisa tahan 3 harian tanpa masuk kulkas, jadinya saya bisa beli buat oleh-oleh saudara kalau ke luar kota. Bahkan citarasa dan legitnya cucur Menthul itu makin terasa kalau dinikmati setelah satu hari sejak diproduksi,” uangkap Ana.

Didukung penuh oleh Ning istrinya, Maskuri saat ini telah mengembangkan pemasaran cucur menthul Mbah Paidah secara online juga. Untuk mendukung pengembangan ke depan, produknya saat ini sudah didaftarkan untuk bersertifikat P-IRT. (afy)

 

 

Advertorial – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Sawunggalih Aji (POLSA) Kutoarjo menerima mahasiswa baru TA. 2019/2020. Info lebih lanjut dapat mengunjungi http://administrasibisnis.polsa.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *