JURUS JITU MERAWAT KAIN BATIK

JURUS JITU MERAWAT KAIN BATIK

PorJo – Batik tulis khas Purworejo saat ini telah menjadi bagian dari khasanah batik Nusantara. Dengan motif khas berupa potensi alam maupun budaya lokal seperti durian, manggis, bedug maupun ndolalak, batik Purworejo semakin banyak diminati. Tidak hanya oleh masyarakat lokal Purworejo, batik tulis Purworejo juga telah banyak yang dipasarkan hingga ke luar negeri.

Batik tulis Purworejo ini berbahan kain mori yang umumnya berupa mori primisima. Jenis kain ini tentu membutuhkan perawatan khusus agar tidak mudah mudar dan lebih awet. Sebagaimana dilansir dari kompas.com, ada beberapa jurus jitu untuk merawat kain batik yaitu sebagai berikut :

1. Saat mencucinya, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang banyak dijual di pasaran.

2. Atau, cuci kain batik dengan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan shampo di air sampai tak ada bagian yang mengental. Lalu, celupkan kain batik.

3. Mencuci batik juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah diredam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa, lalu tambahkan air secukupnya, dan siap untuk mencuci batik. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain.

4. Saat mencuci batik, jangan pakai deterjen dan jangan digosok. Jika batik tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. Tapi jika benar-benar kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan menggunakan sabun mandi atau kulit jeruk dengan mengusapkannya di bagian yang kotor tadi.

Advertorial – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Sawunggalih Aji (POLSA) Kutoarjo menerima mahasiswa baru TA. 2019/2020

5. Jangan mencuci batik dengan mesin cuci.

6. Saat akan menjemurnya, batik yang basah tak perlu diperas. Jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.

7. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi batik secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.

8. Jika sudah dijemur, hindari menyetrika batik secara langsung. Jika batik tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik lalu letakan sehelai alas kain di atasnya, baru diseterika.

9. Bila ingin memberi pewangi atau pelembut kain pada batik tulis, jangan semprotkan langsung pada kainnya. Sebaiknya, tutupi dulu batik tulis dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi di atas koran.

10. Khususnya batik sutera dengan pewarna alami, jangan menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain batik.(afy)

Sumber: www.nasional.kompas.com

Foto : www.kumparan.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *